Selasa, 28 Juni 2011

penelitian kuantitayf

UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN PEMBELAJARAN MEREPARASI VCD/DVD DENGAN MEDIA ANIMASI PADA SISWA KELAS XII TEKNIK AUDIO VIDEO SMKN 1 MADIUN
TUGAS MATA KULIAH PENELITIAN KUALITATIF
Dosen Pengampu: Prof. Dr.Samsi Haryanto



Oleh :
MUDOYO
NIM : S811102018
PROGRAM TEKNOLOGI PENDIDIKAN
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
2011

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Tujuan pembelajaran yang dilakukan di sekolah-sekolah secara umum adalah untuk mentransfer ilmu dalam bentuk pengetahuan maupun keterampilan kepada peserta didik dengan melalui berbagai proses. Proses pembelajaran yang dilakukan dengan berbagai metode untuk mencapai tujuan tersebut tidak selalu cocok pada semua siswa. Penyebabnya bisa saja karena latar belakang pendidikan siswa, kebiasaan belajar, minat, sarana, lingkungan belajar, metode rnengajar guru, dan sebagainya.
Hampir semua mata pelajaran produktif yang diajarkan di SMK teknologi harus dilaksanakan dengan cara praktik secara langsung ke benda kerja untuk tujuan memberikan keterampilan sebagai penerapan teori yang telah diajarkan sebelumnya. Dalam pelaksanaannya sangat banyak faktor pendukung yang akan ikut menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa. Faktor-faktor pendukung tersebut antara lain berupa ketersediaan sarana dan prasarana praktek, kenyamanan belajar, lingkungan yang mendukung dan lain- lain. Semua itu bertujuan untuk memperkaya pengalaman belajar siswa.
Kenyataan yang dihadapi di lapangan terkait dengan prestasi siswa kelas XII Jurusan Teknik Audio-Video SMK Negeri 1 Madiun pada umumnya mengalami kesulitan untuk pencapaian nilai baik pada mata pelajaran Memperbaiki / Mereparasi VCD/DVD. Ketika ditanya tentang masalah kesulitan belajar. pada umumnya siswa memiliki jawaban yang sama tentang kesulitan belajar sistem kelistrikan, yaitu karena cara kerja rangkaian kelistrikan tidak bisa diamati secara kasat mata, tetapi melalui pengukuran dan pengujian. Berbeda dengan pelajaran produktif lainnya di jurusan otomotif yang secara umum bisa dipelajari dengan memperhatikan konstruksi dan mekanismenya. Sebagai contoh, untuk nilai rata-rata mata pelajaran Memperbaiki / Mereparasi VCD/DVD diperoleh siswa di dalam kelas itu adalah 6,00. Masih belum mencapai standar minimal kelulusan yang ditentukan, yaitu sebesar 7.00. Sedangkan mata pelajaran produktif yang lain bisa dicapai siswa dengan nilai rata-rata 7,50.
Rendahnya hasil belajar yang dicapai siswa dalam mata pelajaran tersebut dialas disebabkan oleh berbagai faktor. Antara lain kurangnya media yang memadai sebagai sarana praktik Memperbaiki / Mereparasi VCD/DVD, sehingga pembelajaran dalam bentuk pengalaman tidak cukup diperoleh siswa. Salah satu peluang unluk memberikan pengalaman kepada siswa adalah dengan menggunakan media yang bisa menunjukkan dengan jelas kepada siswa tentang cara kerja Memperbaiki / Mereparasi VCD/DVD dalam bentuk tayangan video maupun animasi. Cara ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang cara kerja tiap komponen pada rangkaian yang dipelajarinya.
Memperbaiki / Mereparasi VCD/DVD ini untuk menambah keahlian pada siswa dimana teknologi saat ini menggunakan sistem digital dengan menggunakan program-program khusus yang sering disebut dengan software, sedangkan pada VCD/DVD Player mempunyai program permanen dimana kita bisa langsung menggunakannya tanpa menginstal terlebih dahulu. Begitu pula cara memperbaiki sebuah CD/DVD Player pada gejala-gejala yang sering kita jumpai seperti no dick, gambar tidak tampil, tidak ada suara, tombol-tombol tidak berfungsi, mekanik tidak bekerja, dan masih banyak lagi gejala yang akan terjadi. Dan pada dasarnya kerusakan tersebut dikarenakan kerusakan pada komponen, koneksitas atau kabel, bagian mekanik, atau optic pembaca disk.
Berdasarkan kondisi yang telah diuraikan di atas, maka diidentiflkasikan penyebab kurangnya pencapaian hasil belajar siswa pada mata pelajaran Memperbaiki / Mereparasi VCD/DVD di kelas XII Teknik Audio- Video SMK Negeri 1 Madiun, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Metode pembelajaran yang diterapkan belum tepat sasaran
2. Model pembelajaran kurang menarik bagi siswa.

3. Terlalu banyak siswa di dalam kelas.

4. Perlu adanya media pembelajaran audio visual seperti animasi, video, dan
media interaktif.
5. Minat belajar siswa kurang.

6. Minimnya peralatan atau sarana dan prasarana yang tersedia.

7. Lingkungan belajar yang kurang mendukung

Berdasarkan masalah pembelajaran memperbaiki/ mereparasi VCD/DVD di SMKN I Madiun yang dikemukakan di tas, perlu diadakan pembenahan atau penyelesaian masalah tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan mengimplementasikan media animasi dalam pembelajaran memperbaiki/mereparasi VCD/DVD di SMKN I Madiun.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah penerapan media animasi dapat meningkatkan kualitas proses
pembelajaran Memperbaiki/ Mereparasi VCD/DVD di kelas XII Teknik
Audio-Video SMK Negeri I Madiun.
2. Apakah penerapan media animasi dapat meningkatkan kualitas hasil
pembelajaran Memperbaiki/ Mereparasi VCD/DVD di kelas XII Teknik
Audio-Video SMK Negeri I Madiun.
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini sebagai berikut.
1. Meningkatkan kualitas proses pembelajaran memperbaiki/mereparasi VCD/DVD dengan menerapkan media animasi pada siswa kelas XII SMKN I Madiun
2. Meningkatkan kualitas hasil pembelajaran memperbaiki/ mereparasi VCD/DVD dengan menerapkan media animasi pada siswa kelas XII SMKN I Madiun.
D. Manfaat Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan harapan dapat memberikan manfaat baik secara teoretis maupun praktis.
1. Manfaat Teoretis
Penelitian ini dapat dijadikan landasan pengembangan pembelajaran Audio-Video khususnya sebagai upaya untuk meningkatkan pembelajaran memperbaiki/ mereparasi VCD/DVD siswa SMKN
2. Manfaat praktis
Bagi Guru:
a. Kemampuan guru dalam menerapkan media animasi dalam pembelajaran memperbaiki/ mereparasi VCD/DVD meningkat.
b. Sebagai upaya untuk menawarkan inovasi baru cara pembelajaran melalui media animasi dalam keterampilan memperbaiki/mereparasi VCD/DVD.
Bagi Siswa :
a. Keterampilan memperbaiki/ mereparasi VCD/DVD siswa meningkat melalui media animasi.
b. Pembelajaran akan lebih menarik karena berlangsung dalam situasi yang nyaman dan menyenangkan.
c. Menumbuhkan motivasi siswa untuk berperan aktif sebagai pelaku utama pembelajaran dengan dasar suka rela, riang, dan gembira.
Bagi Sekolah :
a. Sebagai masukan untuk memberikan dorongan kepada guru dalam melakukan kegiatan belajar mengajar agar menerapkan cara mengajar yang menarik.
b. Dapat menumbuhkan iklim pembelajaran yang kondusif sehingga tercipta kualitas pembelajaran yang baik, aktif, efektif, dan inovatif.
c. Menciptakan situasi dan kondisi sekolah yang mendukung pembelajaran memperbaiki/ mereparasi dengan media animasi.

BAB II
KAJIAN TEORI ,PENELITIAN YANG RELEVAN, KERANGKA BERPIKIR, DAN HIPOTESIS PENELITIAN
A. Kajian Teori
1. Hakikat Keterampilan Pembelajaran Memperbaiki/ Mereparasi VCD/DVD
a. Pengertian Keterampilan
Pada hakikatnya setiap manusia pasti memiliki kemampuan, potensi atau keterampilan yang dibawa sejak lahir. Keterampilan terus berproses sesuai dengan bertambahnya usia seseorang. Keterampilan diartikan sebagai pengetahuan, kemampuan, dan nilai-nilai dasar yang direfkeksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak (Depdiknas :2007) . Keterampilan yang dimaksud di sini adalah suatu kemampuan untuk mengeluarkan sumber daya internal atau bakat dalam diri seseorang yang dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Keterampilan digunakan untuk menyebutkan kemampuan individu yang berfungsi dalam lingkungan yang membutuhkan suatu usaha yang besifat kognitif. Keterampilan yaitu kemampuan untuk mengeluarkan semua sumber daya internal, keunggulan, dan bakat agar dapat mendatangkan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ubaidilah (2002: 25) Keterampilan diartikan sebagai kemampuan untuk melakukan sesuatu dengan tepat dan mahir. Berdasarkaan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa keterampilan adalah suatu kekuatan yang memerlukan kemampuan untuk melakukan sesuatu dengan tepat dan dapat diukur.
b. Pengertian Pembelajaran
Sejak dilahirkan Manusia secara bertahap mengalami perubahan kemampuan. Baik kemampuan dalam berfikir maupun kemampuan dalam berbuat. Semua perubahan itu kemampuan itu pada umumnya terjadi karena perkembangan fisik dan kebutuhan untuk bias melakukan sesuatu. Kemampuan untuk bias melakukan sesuatu itu dicapai dengan cara belajar dan latihan, sehingga denga latihan dalam berbagai bentuk akan menghasilkan pengalaman yang berbeda dan pemehaman seseorang terhadap sesuatu akan tercermin dengan adanya perubahan sikap. Menurut Hakim (1988:1) “Belajar adalah suatu proses perubahan didalam kepribadian manusia. dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya pikir dan kemampuan lain-lain”.

Seiring dengan perkembangan jaman dan tuntutan perubahan maka pengetahuan akan cepat menjadi kuno dan cenderung ketinggalan jaman. Oleh karena itu setiap orang perlu terus menerus belajar. Dengan demikian belajar akan menciptakan perubahan permanen pada pengetahuan dan perilaku karena pengalaman yang berulang. Kemampuan untuk memperbaiki keterampilan
c. Pengertian Memperbaiki / Mereparasi VCD/DVD
Memperbaiki / Mereparasi VCD/DVD merupakan salah satu mata kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh siswa jurusan teknik audio-video. Selain sebagai syarat untuk lulus dalam ujian, kompetensi ini harus dikuasai oleh siswa karena merupakan sistem utama yang akan menentukan apakah sebuah Player VCD/DVD bisa berfungsi atau tidak.
Kesulitan yang paling umum pada proses pembelajaran Memperbaiki / Mereparasi VCD/DVD adalah memberikan pemahaman kepada siswa tentang proses kerja dan menunjukkan kapan dan dalam kondisi bagaimana masing- masing komponen pada rangkaian Memperbaiki / Mereparasi VCD/DVD akan
mulai atau berhenti bekerja. Karena itu siswa jurusan teknik audio-video tidak boleh memiliki penguasaan yang lemah di dalam bidang sistem kelistrikan, khususnya Mereparasi VCD/DVD.
Untuk mengatasi kondisi tersebut diatas, salah satu jalan keluar yang sangat mungkin bisa mempermudah dalam mengajar dan memperjelas konsep pemahaman kepada siswa adalah dengan cara menggunakan media pembelajaran yang bisa memperlihatkan bagaimana jalannya arus listrik di dalam rangkaian Player VCD/DVD. Dengan demikian, diharapkan siswa bisa dapat dengan lebih mudah menyerap penyampaian materi yang didukung oleh media yang bisa menunjukkan cara kerja komponen yang sulit diamati secara kasat mata itu.
Media yang paling tepat untuk itu adalah program animasi komputer atau program yang bisa menampilkan gambar bergerak yang sesuai dengan materi yang sedang dijelaskan.
2. Hakikat Media Animasi
a. Pengertian Media
Kata media berasal dari kata medium yang secara harfiah artinya perantara atau pengantar. Banyak pakar tentang media pembelajaran yang memberikan batasan tentang pengertian media. Menurut EACT yang dikutip oleh Rohani (1997 : 2) “media adalah segala bentuk yang dipergunakan untuk proses penyaluran informasi”. Sedangkan pengertian media menurut Djamarah (1995 : 136) adalah “media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai Tujuan pembelajaran”.Selanjutnya ditegaskan oleh Purnamawati dan Eldarni (2001 : 4) yaitu :“media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga terjadi proses belajar”.
b. Jenis – jenis Media pembelajaran
Banyak sekali jenis media yang sudah dikenal dan digunakan dalam penyampaian informasi dan pesan – pesan pembelajaran. Setiap jenis atau bagian dapat pula dikelompokkan sesuai dengan karakteristik dan sifat – sifat media tersebut. Sampai saat ini belum ada kesepakatan yang baku dalam mengelompokkan media. Jadi banyak tenaga ahli mengelompokkanatau membuat klasifikasi media akan tergantung dari sudut mana mereka memandang dan menilai media tersebut.
Penggolongan media pembelajaran menurut Gerlach dan Ely yang dikutip oleh Rohani (1997 : 16) yaitu :
1. Gambar diam, baik dalam bentuk teks, bulletin, papan display, slide, film strip, atau overhead proyektor.
2. Gambar gerak, baik hitam putih, berwarna, baik yang bersuara maupun yang tidak bersuara.
3. Rekaman bersuara baik dalam kaset maupun piringan hitam.
4. Televisi
5. Benda – benda hidup, simulasi maupun model.
6. Instruksional berprograma ataupun CAI (Computer Assisten Instruction).
Penggolongan media yang lain, jika dilihat dari berbagai sudut pandang adalah sebagai berikut :
1. Dilihat dari jenisnya media dapat digolongkan menjadi media Audio, media Visual dan media Audio Visual.
2. Dilihat dari daya liputnya media dapat digolongkan menjadi media dengan daya liput luas dan serentak, media dengan daya liput yang terbatas dengan ruang dan tempat dan media pengajaran individual.
3. Dilihat dari bahan pembuatannya media dapat digolongkan menjadi media Media pembelajaran sebagai alat bantu sederhana (murah dan mudah memperolehnya) dan media komplek.
4. Dilihat dari bentuknya media dapat digolongkan menjadi media grafis (dua dimensi), media tiga dimensi, dan media elektronik.
c. Manfaat media pembelajaran
Dalam proses belajar dan pembelajaran adalah suatu kenyataan yang tidak bisa kita pungkiri keberadaannya. Karena memang gurulah yang menghendaki untuk memudahkan tugasnya dalam menyampaikan pesan – pesan atau materi pembelajaran kepada siswanya. Guru sadar bahwa tanpa bantuan media, maka materi pembelajaran sukar untuk dicerna dan dipahami oleh siswa, terutama materi pembelajaran yang rumit dan komplek.
Setiap materi pembelajaran mempunyai tingkat kesukaran yang bervariasi. Pada satu sisi ada bahan pembelajaran yang tidak memerlukan media pembelajaran, tetapi dilain sisi ada bahan pembelajaran yang memerlukan media pembelajaran. Materi pembelajaran yang mempunyai tingkat kesukaran tinggi tentu sukar dipahami oleh siswa, apalagi oleh siswa yang kurang menyukai materi pembelajaran yang disampaikan.
Secara umum manfaat media pembelajaran menurut Harjanto (1997 : 245) adalah:
1) Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu verbalistis ( tahu kata – katanya, tetapi tidak tahu maksudnya)
2) Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera.
3) Dengan menggunakan media pembelajaran yang tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif siswa.
4) Dapat menimbulkan persepsi yang sama terhadap suatu masalah.
Selanjutnya menurut Purnamawati dan Eldarni (2001 : 4) yaitu :
1) Membuat konkrit konsep yang abstrak, misalnya untuk menjelaskan peredaran darah.
2) Membawa obyek yang berbahaya atau sukar didapat di dalam lingkungan belajar.
3) Manampilkan obyek yang terlalu besar, misalnya pasar, candi.
4) Menampilkan obyek yang tidak dapat diamati dengan mata telanjang.
5) Memperlihatkan gerakan yang terlalu cepat.
6) Memungkinkan siswa dapat berinteraksi langsung dengan lingkungannya.
7) Membangkitkan motivasi belajar .Memberi kesan perhatian individu untuk seluruh anggota kelompok belajar.
9) Menyajikan informasi belajar secara konsisten dan dapat diulang maupun disimpan menurut kebutuhan.
10) Menyajikan informasi belajar secara serempak (mengatasi waktu dan ruang)
11) Mengontrol arah maupun kecepatan belajar siswa.
d. Prinsip – prinsip memilih media pembelajaran
Setiap media pembelajaran memiliki keunggulan masing – masing, maka dari itulah guru diharapkan dapat memilih media yang sesuai dengan kebutuhan atau tujuan pembelajaran. Dengan harapan bahwa penggunaan media akan mempercepat dan mempermudah pencapaian tujuan pembelajaran.
Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media pembelajaran, yaitu :
1) Harus adanya kejelasan tentang maksud dan tujuan pemilihan media pembelajaran. Apakah pemilihan media itu untuk pembelajaran, untuk informasi yang bersifat umum, ataukah sekedar hiburan saja mengisi waktu kosong. Lebih khusus lagi, apakah untuk pembelajaran kelompok atau individu, apakah sasarannya siswa TK, SD, SLTP, SMU, atau siswa pada Sekolah Dasar Luar Biasa, masyarakat pedesaan ataukah masyarakat perkotaan. Dapat pula tujuan tersebut akan menyangkut perbedaan warna, gerak atau suara. Misalnya proses kimia (farmasi), atau pembelajaran pembedahan (kedokteran).
2) Karakteristik Media Pembelajaran. Setiap media pembelajaran mempunyai karakteristik tertentu, baik dilihat dari keunggulannya, cara pembuatan maupun cara penggunaannya. Memahami karakteristik media pembelajaran merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki guru dalam kaitannya pemilihan media pembelajaran. Disamping itu memberikan kemungkinan pada guru untuk menggunakan berbagai media pembelajaran secara bervariasi
3) Alternatif Pilihan, yaitu adanya sejumlah media yang dapat dibandingkan atau dikompetisikan. Dengan demikian guru bisa menentukan pilihan media pembelajaran mana yang akan dipilih, jika terdapat beberapa media yang dapat dibandingkan.
Selain yang telah penulis sampaikan di atas, prinsip pemilihan media pembelajaran menurut Harjanto (1997 : 238) yaitu: tujuan, Keterpaduan (validitas),Keadaan peserta didik, Ketersediaan,Mutu teknis, Biaya. Selanjutnya yang perlu kita ingat bersama bahwa tidak ada satu mediapun yang sifatnya bisa menjelaskan semua permasalahan atau materi pembelajaran secara tuntas.
d. Pengertian Animasi
. Animasi adalah susunan gambar diam (static graphics) yang dibuat efek sehingga seolah-olah tampak bergerak. Tulisan yang meluncur dari samping ke tengah layar, atau gambar yang dapat bergerak-gerak dari menghadap kiri berubah ke kanan atau gambar yang seolah-olah menunjukagambar kartun yang sedang berlari-lari atau juga berjalan, itu adalah contoh animasi yang sederhana. Menurut Ramadhan (2004:115): Animasi adalah proses bergeraknya objek atau beberapa objek dari suatu posisi ke posisi lain. Proses berubahnya ukuran atau bentuk suatu objek juga dapat disebut sebagai animasi.
Dalam aplikasinya gambar yang dianimasikan bisa dibuat sedemikian rupa sehingga dapat menampilkan perubahan dari suatu bentuk kebentuk lain. Kelebihan utama media animasi adalah kemampuan memberikan kesan hidup pada terhadap gambar yang ditampilkan untuk memperjelas penyampaian pesan pelajaran. Kusrianto (2006:167) Animasi adalah proses membuat efek gerakan atau pergantian tampilan dari waktu ke waktu. Animasi dapat berarti suatu perpindahan suatu item dari suatu tempat ke tempat lain, atau pergantian warna suatu objek. Pergantian yang terjadi bisa merupakan morp (proses perubahan dari suatu bentuk ke bentuk lain setahap demi setahap), perubahan bentuk secara langsung sehingga pergantian bentuk maupun posisi suatu item".
Dengan mempergunakan media animasi, maka kesulitan dalam hal mengajar akan jauh terkurangi karena guru dengan mudah bias memperagakan cara kerja, tanpa harus mengeluarkan alat praktek terlebih dahulu. Waktu yang dibutuhkan untuk memberikan penjelasan akan lebih pendek sehingga akan banyak waktu tersisa untuk memberikan latihan dan pengayaan kepada siswa
e. Jenis Animasi

Secara umum animasi terdiri dari dua jenis, yaitu animasi dua dimensi dan animasi 3 dimensi. Animasi dua dimensi adalah animasi yang berupa gambar berubah bentuk secara frame by frame. Sedangkan animasi tiga dimensi adalah animasi yang dapat menunjukkan bentuk utuh dari suatu benda nyata, atau model dari suatu benda nyata. Animasi seperti ini dibuat dengan software berbasis bitmap, beda dengananimasi dua dimensi yang pada umumnya dibuat dengan software berbasis vector.
B. Kerangka Berpikir

Target yang diharapkan bisa dicapai dalam penelitian tindakan kelas ini adalah peningkatan basil belajar siswa secara menyeluruh pada berbagai aspek kemampuan siswa. Hasil yang dicapai diukur melalui evaluasi proses, hasil kerja siswa, penilaian sikap, observasi, wawancara, dan lain-lain.

Keterampilan memperbaiki/ mereparasi VCD/DVD di SMKN I Madiun masih rendah. Hal ini dapat diketahui dari nilai Teknik Audio-Video khususnya kompetensi dasar mereparasi/memperbaiki VCD/DVD. Siswa yang mencapai batas ketuntasan pada KD membaca ini hanya 40% sedangkan selebihnya mencapai batas ketuntasan yaitu 60%.
Penyebab rendahnya keterampilan memperbaiki/mereparasi VCD/DVD siswa di atas dapat diindikasikan dari beberapa faktor antara lain: 1) Motivasi memperbaiki/mereparasi VCD/DVD siswa yang masih rendah; 2) Guru kurang tepat dalam menerapkan metode pembelajaran. Oleh karena itu untuk mencapai tujuan pembelajaran memperbaiki/mereparasi VCD/DVD yang diharapkan dalam penelitian ini diterapkan pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan memperbaiki/ mereparasi VCD/DVD. Salah satu metode pembelajaran yang diduga dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menerapkan media animasi.
Setelah diterapkan pendekatan pembelajaran tersebut, diharapkan motivasi memperbaiki/mereparasi VCD/DVD meningkat yang pada akhirnya sasaran utama meningkatnya proses dan hasil pembelajaran keterampilan memperbaiki/ mereparasi VCD/DVD siswa akan terwujud.
Bertolak pada uraian di atas dapat disusun kerangka berpikir dalam penelitian ini sebagai berikut.



















Gambar 1. Kerangka Berpikir









D. Hipotesis Penelitian

Adapun hipotesis dari penelitian ini adalah "Dengan menggunakan media animasi pada mata pelajaran Memperbaiki / Mereparasi VCD/DVD diduga keterampilan pembelajaran siswa akan meningkat".
















BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, yaitu penelitian yang dilakukan guru dalam kelasnya sendiri untuk memperbaiki proses dan hasil pembelajaran membaca pemahaman yang kurang berhasil. Berdasarkan hal tersebut, pcnelitian ini berusaha untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran memperbaiki/mereparasi VCD/DVD siswa kelas XII Teknik Audio-Video SMKN I Madiun. Untuk itu bab ini akan dibahas: (A) setting penelitian, (B) subjek penelitian, (C) sumber data, (D) teknik pengumpulan data, (E) keabsahan data ( validitas data ), (F) teknik analisis data, (G) indikator kinerja (keberhasilan). (H) prosedur penelitian.
A.Setting Penelitian
1 . Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di kelas XII Teknik Audio-Video SMKN I Madiun, Kelurahan Klegen, Kecamatan Mangunharjo Kota Madiun.
1. Pemilihan lokasi penelitian ini berdasarkan beberapa pertimbangan, antara lain: keterampilan siswa dalam memperbaiki/ meeparasi VCD/DVD masih rendah. hal tersebut dikarenakan belum mendapatkan metode pembelajaran memperbaiki/ mereparasi VCD/DVD yang tepat.
2. Orang tua siswa sepenuhnya mengandalkan anak untuk belajar di sekolah. Di samping itu fasilitas belajar di rumah juga kurang memadai.
3. Sebagian besar guru masih mengandalkan ceramah sebagai metode dalam pembelajaran.
4. Sekolah ini belum pernah digunakan sebagai objek penelilian sejenis, sehingga terhindar dari kemungkinan penelitian.
5. Peneliti adalah salah satu guru di SMKN I Madiun.
2. Waktu Penelitian
Pelaksanaan penelitian tindakan kelas sekaligus untuk mengambil data dilakukan selama kurang lebih enam bulan, pada semester ganjil tahun pelajaran 2011 – 2012 . Penelitian ini dimulai dari bulan Juni sampai dengan November 2011. Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam rangka penelitian tersebut meliputi : pengenalan lapangan ( sekolah yang akan diteliti), penyusunan usulan penelitian, pelaksanaan penelitian, dan penyusunan laporan kegiatan dengan jadwal sebagai berikut.


NO
Kegiatan Bulan
Juni Juli Agust Sept Okt Nov
1. Persiapan survei awal sampai penyusunan proposal
xx
xx
2. Seleksi informan, penyiapan instrumen dan alat xx
3. Pelaksanaan Siklus I xx
4. Pelaksanaan Siklus II xx
5. Pelaksanaan Siklus III xx
6. Penyelesaian dan penyusunan laporan
xx
xx
7. Ujian xx
8. Revisi xx

B. Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII Teknik Audio-Video SMKN I Madiun tahun pelajaran 2011-2012 yang berjumlah 35 anak, dan guru yang mengajar di kelas XII Teknik Audio-Video , yaitu Bapak Yuli, S.Pd. Penelitian ini bersifat kolaboratif. Selain peneliti juga melibatkan guru dan siswa dengan pertimbangan mereka mewakili ciri umum kelas yang diteliti .
C. Sumber Data
a. Sumber data dalam penelitian ini adalah :
1. Peristiwa atau kegiatan, yaitu proses pembelajaran memperbaiki/ mereparasi VCD/DVD dengan menggunakan media animasi
2. Pelaku peristiwa, yaitu informan atau nara sumber dari guru kelas XII Teknik Audio-Video yang berinisial Yl (Yuli), dan siswa kelas XII SMKN I Madiun tahun pelajaran 2011-2012.
3. Tempat berlangsungnya pembelajaran, tepatnya di kelas XII Teknik Audio-Video dan lingkungan sekolah.
4. Dokumen berupa kurikulum, silabus pembelajaran yang dibuat guru, dan hasil kerja siswa.
b. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa:
Data keterampilan memperbaiki VCD/DVD terdiri dari dua unsur, yaitu
Data primer tentang hasil belajar Sistem Pengapian Konvensional
diambil dari tes akhir siklus satu (1) dan hasil tes akhir siklus dua (2).
1) Data skunder mengenai perubahan sikap, kehadiran dan keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran diambil dengan cara pengamatan dan observasi
2) Proses pembelajaran membaca pemahaman dengan menggunakan media animasi untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran memperbaiki/ mereparasi VCD/DVD.
D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data di atas meliputi: pengamatan, wawancara, tes, dan analisis dokumen. Masing- masing teknik akan diuraikan secara singkat sebagai berikut.
1. Pengamatan
Pengamatan dalam penelitian ini dilakukan dengan berperan serta secara pasif. Dalam kegiatan pcngamatan tersebut peneliti tidak terlibat dalam kegiatan pembelajaran (peneliti tidak berinteraksi dengan guru maupun siswa), tetapi peneliti hanya membuat catatan untuk memperoleh informasi. Sementara guru rnengajar dengan memberi pelatihan membaca pemahaman sesuai RPP yang telah disusun bersama antara peneliti dan guru, peneliti mengamati proses pelatihan membaca pemahaman dengan mengambil tempat duduk di bagian belakang seraya melaksanakan pengamatan terhadap proses dan kondisi pelatihan menggunakan media animasi serta praktik memperbaiki/ mereparasi VCD/DVD. Dengan demikian peneliti akan leluasa melakukan pengamatan.
Pengamatan ditujukan pula kepada pelaku proses, yakni guru kelas XII Teknik Audio-Video SMKN I Madiun. Pengamatan terhadap guru difokuskan pada kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup (akhir) dalam proses pembelajaran memperbaiki/mereparasi VCD/DVD dengan media animasi. Hasil pengamatan tersebut kemudian dibuat menjadi catatan lapangan dan perlu didiskusikan dengan guru maupun teman sejawat.
2. Wawancara
Wawancara dilakukan dengan guru kelas XII Teknik Audio-Video dan para siswa Kegiatan wawancara terhadap guru kelas XII Teknik Audio-Video dan siswa dilakukan secara mendalam di luar kelas setelah setiap proses pembelajaran usai dan untuk menambah data yang mendukung lainnya. Pertanyaan yang diajukan meliputi ha1-hal yang berkaitan dengan pembelajaran memperbaiki/mereparasi VCD/DVD serta pelaksanaan pelatihan-pelatihan media animasi seperti, 1) pelatihan persepsi 2) pelatihan identifikasi kata-kata sukar 3) pelatihan konsentrasi, dan 4) pembelajaran praktik membaca pemahaman.
Wawancara dalam penelitian iui dilakukan tidak terstruktur yaitu dengan pertanyaan yang bersifat terbuka "open ended" dan bersifat lentur untuk menggali pandangan subjek penelitian tentang hal-hal yang bermanfaat bagi penelitian. Kelenturan wawancara ini diharapkan akan mampu menggali kejujuran informan, sehingga informasi yang diberikan itu benar seperti yang diungkapan oleh Sutopo (1996: 55-57).
3. Tes
Tes yang dimaksud dalam penelitian ini adalah tes awal (praktik memperbaiki VCD/DVD) untuk mengetahui kondisi awal keterampilan memperbaiki mereparasi/ memperbaiki dan tes pada akhir siklus (praktik memperbaiki/ mereparasi VCD/DVD), untuk mengetahui perkembangan keterampilan memperbaiki/ mereparasi VCD/DVD.
4. Dokumen
Dokumen yang dapat dikaji berupa rencana pembelajaran yang disusun guru, jurnal mengajar, kurikulum, hasil belajar atau buku penilaian. Dengan tujuan untuk melengkapi ini kombinasi yang telah ditemukan melalui wawancara dan pengamatan.
E. Validitas Data
Informasi yang dijadikan data penelitian perlu diuji validitasnya sehingga data tersebut dapat dipertanggungjawabkan dan dapat dipergunakan sebagai dasar yang kuat dalam menarik simpulan. Teknik yang digunakan untuk validitas data ini adalah triangulasi dan review informan kunci. Triangulasi digunakan sumber data dan triangulasi metode pengumpulan data. Penerapan triangulasi ini misalnya untuk mengetahui kesulitan-kesulitan dalam menerapkan media animasi dan mengadakan pengamatan saat pembelajaran berlangsung.
Review informan kunci adalah mengkonfirmasikan data atau interpretasi temuan kepada informan pokok, sehingga diperoleh kesepakatan antara peneliti dan informan tentang data atau interpretasi teman tersebut. Hal ini dilakukan rnelalui diskusi antara peneliti dan guru setelah kegiatan atau kajian dokumen. Transkrip hasil pengamatan dan wawancara perlu dicek kembali keabsahanya. Oleh karena itu semua catatan lapangan hasil pengarnatan dan wawancara ditandatangani oleh informan. Data yang diperoleh diuji validitasnya melalui praktik di lapangan.
F. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis diskriptif komparatif dan teknik analisis kritis. Teknik deskriptif komparatif digunakan untuk data kuantitatif, yakni dengan membandingkan nilai tes antar siklus. Data yang berupa nilai tes antar siklus tersebut dibandingkan sehingga dapat mencapai batas ketercapaian yang telah ditetapkan dalarn indikator kinerja. Teknik analisis kritis berkaitan dengan data kualitatif, mencakup kegiatan untuk mengungkap kelemahan dan kelebihan siswa dan guru dalam proses beiajar, mengajar berdasarkan kriteria normatif yang diturunkan dari kajian teoritis Maupun dari ketentuan yang ada (Sarwiji, 2008: 70). Hasil analisis dijadikan dasar dalam penyusunan perencanaan tindakan untuk tahap berikutnya sesuai dengan siklus yang ada. Berkaitan dengan keterampilan membaca analisis deskriptif komparatif mencakup hasil membaca siswa yang dilakukan pada saat survei. Hal untuk mengetahui kondisi awal siswa mengenai keterampilan membaca
Setelah kondisi awal siswa diketahui, sclanjutnya direncanakan siklus diadakan untuk menangani masalah. Setiap siklus berakhir dianalisis kekurangan dan kelebihannya sehingga diketahui peningkatan keterampilan membaca analisis deskriptif komparatif terhadap keterampilan membaca mencakup indikator yang telah ditentukan dalam setiap rencana pembe.lajaran.
Sebagian data yang diperoleh, penelitian ini juga menggunakan model analisis interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman (1994: 12) yang dapat digambarkan sebagai berikut.




Gambar 2. Analisis Model Interaktif
G. Indikator Keberhasilan Kinerja
Untuk mengetahui ketercapain tujuan penelitian di atas, dapat dilihat dari indikator keberhasilan penelitian berikut ini.
Tabel 3 Indikator Keberhasilan Kinerja

Aspek yang Diukur Persentase Target Capaian
Cara Mengukur
Siklus III
Keaktifan siswa selama apersepsi
70% Diamati saat pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi dan dihitung dari jumlah siswa yang menampakkan kesungguhan
Keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran
70% Diamati saat pembelajaran dengan lembar observasi dan dihitung dari jumlah siswa yang menampakkan kesungguhan
Kerja masing-masing siswa
70% Diamati saat pembelajaran keterampilan membaca pemahaman dengan menggunakan lembar observasi dan angket yang diberikan kepada siswa.
Ketuntasan hasil belajar (keterampilan memperbaiki / mereparasi VCD/DVD)
70% Dihitung dari jumlah siswa yang memperoleh nilai 70 ke atas berdasarkan tes yang dilakukan oleh guru.

H. Prosedur Penelitian
Kegiatan penelitian ini diawali dengan persiapan dan pengenalan awal keterampilan memperbaiki/ mereparasi VCD/DVD dengan media animasi, yang kemudian dilaksanakan melalui beberapa langkah, sebagai berikut. (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) analisis dan refleksi. Keempat langkah tersebui dapat divisualisasikan dalam siklus sebagai berikut:





Planning Acting


Reflekting Observasi


Gambar 3. Siklus Penelitian Tindakan Kelas

Keempat langkah tersebut membentuk siklus yang dilakukan berulang-ulang sesuai dengan tingkat kebutuhan dalarn penelitian. Siklus akan berakhir jika penelitian telah berhasil memecahkan masalah penelitian sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Adapun prosedur penelitian tindakan dalam penelitian ini mengikuti Sebagaimana yang digambarkan model Elliott, dengan modifikasi Hopkins (1993:49) sebagai berikut.
Plan
Reflective

Action/
Observation
Revised plan
Reflektive

Action/

Observation Revised plan

Reflective
Action/
Revised plan

Gambar 4. Desain PTK Model Hopkins (1993:49)
Uraian masing-masing kegiatan secara garis besarnya sebagai berikut.
a. Awal Kegiatan
1. Persiapan
Pemberitahuan dan permohonan kepada kepala sekolah untuk: melakukan kegiatan penelitian, di sekolah yang menjadi wewenangnya. Selanjutnya, peneliti menemui dan meminta guru kelas XII Teknik Audio-Video untuk menjadi kolaborator dalam penelitian ini. Pada tahap ini antara peneliti dan guru perlu adanya persamaan persepsi mengenai tujuan penelitian, karakteristik penelitian, langkah penelitian, dan pelaksanaan penelitian
2. Pengenalan Awal Keterampilan Memperbaiki / mereparasi VCD/DVD dengan Media Animasi
Peneliti memberikan pretes pada siswa pada siswa sebelum mendapat tindakan apapun. Selain itu, mengamati pelaksanaan pembelajaran membaca pemahaman dalam beberapa pertemuan. Melalui kegiatan ini diusahakan dapat mengukur tingkat keterampilan membaca pemahaman serta kesulitan yang dialami siswa.
b. Langkah-langkah Tindakan
1. Perencanaan Tindakan
Perencanaan tindakan dilakukan berdasarkan hasil pengamatan dan pre-tes dengan guru kelas XII Teknik Audio/ Video. Rencana tindakan meliputi perbaikan dalam bentuk kegiatan pembelajaran. Perencanaan tindakan juga mempertimbangkan teori yang relevan dan hasil pengumpulan data yang diperoleh dari instrumen lain. Rencana tindakan ini da1am bentuk siklus-siklus. Dalam penelitian ini terdapat tiga siklus dan pelaksanaan setiap siklusnya kurang lebih selama dua minggu. Setiap siklus memuat beberapa langkah dengan memberikan pelatihan membaca pemahaman dengan pendekatan quantum learning tiga siklus mampu menyelesaikan masalah dan keterampilan memperbaiki/mereparasi VCD/DVD dengan media animasi
2. Pelaksanaan Tindakan
Tindakan dilakukan berdasarkan rencana yang telah disusun. Saat pelaksanaan pembelajaran melalui pelatihan membaca pemahaman guru harus benar-benar melaksanakan rencana pembelajaran yang telah disusun. Dalam rencana pembelajaran tersebut telah tersusun media animasi tersebut antara lain : (1) latihan identifikasi kata-kata sukar. (2) gagasan utama (3) latihan kerja sama (4) latihan konsentrasi.
3. Pengamatan
Pengamatan dilakukan dengan memfokuskan pada kegiatan siswa dalam membaca pemahaman dengan pendekatan quantum learning. Peneliti dalam hal ini harus dengan cermat mengamati agar dapat menemukan kekurangan dalam setiap langkah untuk dapat diperbaiki pada setiap siklusnya dengan lembar pengamatan yang tersedia. Selain penerapan pelatihan dalam media animasi, peneliti juga mengukur perkembangan kecepatan membaca siswa sesuai rumusan indikator dalarn rencana pembelajaran .
4. Analisis dan Refleksi
Analisis adalah kegiatan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan pelaksanaan pembelajaran memperbaiki/ mereparasi VCD/Animasi dan hasil belajar siswa yang ditunjukan dengan meningkatnya proses dan hasil pembelajaran siswa sesuai dengan rumusan indikator. Hasil evaluasi itu selanjutnya dijadikan masukan untuk merefleksi atas kegiatan yang telah dilaksanakan. Dalarn tahap ini peneliti merenungkan perbaikan yang akan direncanakan guna mengatasi kekurangan yang dijumpai pada siklus terdahulu, selanjutnya bersama guru kelas XII Teknik audio-Video menyusun rencana pembelajaran pada siklus berikutnya untuk rnengatasi masalah yang ada. Dalam penelitian ini, direncanakan dalam tiga siklus.























DAFTAR PUSTAKA



Arikunto S.Prof,DKK.2007.Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Bumi Aksara.

Hakim, Thursan.1988. Belajar Secara Efektif Jakarta: Pustaka Pembangunan
Swadaya

Kusrianto, Adi.2006. Memakai Macromedia Flash Professional 8. Jakarta
Media Elex Komputindo
Muslich Masnur. 2007. KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan
Kontekstual. Jakarta: Bumi Aksara.


Sanjaya Wina. 2008. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses
Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Sukardi,Prof.Ph.D. 2007. Metodelogi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Bumi

Aksara.